HTML like box

Warning!Selamat datang di blog DeeJayHan, Tutorial blog Up To Date

Senin, 03 Oktober 2016

Apa kau tahu aku kenapa?

Menurut kalian ini bahagiaku yang sesungguhnya, atau imajinasiku yang terlatih untuk mengada ngada? hahahaha Ingin rasanya meleraikan pikiranku tentang ketidakmungkinan yang ingin kugapai.

Tak peduli seberapa dalam aku terpuruk, biarkanlah aku terpuruk. Akan kugunakan segenap perasaanku dalam menjalani perasaan itu. Dan aku telah mati sejak mengenal  hidup.

Kepalaku masih saja sok paling waras, meskipun begitu aku akan tetap tertawa sekalipun aku ingin mati atau menangis.

Kali ini tak ada satu harapan pun yang muncul dalam benakku, aku rasa semua orang setuju jika rasa sakit terbaik adalah ketika kita tau kita hanyalah sebuah pelampiasan.

Jika hidup memberikan seribu alasan untuk tersenyum, maka cinta memberikan sejuta alasan untuk menangis. Ini adalah opini yang sedikit mengenakkan faktanisme.

Pencipta Perasaan cinta adalah penderitaan yang paling di cari oleh manusia. Jika kau ingin dicintai, belajarlah untuk rela disakiti Penderitaan terdasyat adalah kehilangan dan patah hati.

Satu hal yang pasti, aku tidak mungkin berbahagia diatas penderitaan orang lain. Dan aku juga tidak bisa terus menerus kau bodohi, sebab aku bukan manusia yang iklas diperlakukan seperti itu. Namun aku tidak akan memberitahumu jika aku sedang sakit, sebab kau masih punya otak yang bisa diajak berfikir untuk mengetahui kenapa sebenarnya aku ini.

Sebab sekarang aku sudah tau semua yang tidak aku ketahui. Alah lagi lagi aku gagal.
Kau memberikan aku sebuah tamparan, bahwa dia lebih layak buatmu.

Aku adalah pribadi yang mudah sakit hati jika berbicara soal ketulusan. Aku yang diam diam mencari tau yang kau tutup tutupi, aku juga yang akan diam diam melupakanmu disela sela waktu.

Entah siapa yang musti kusalahkan, ekspetasi yang ketinggian atau semesta yang terlalu lambat untuk menyadarkanku.
Dan akhir narasi ini, bisakah kau jawab aku ini kenapa?

Senin, 29 Agustus 2016

Aku bersumpah tidak ada kebahagiaan di jantungmu

Kalimat seperti mana lagi yang harus kuciptakan untuk menggambarkan karaktermu? Penyair pun tak mampu, sementara pujangga memilih mati.
Kau bakar pendingin yang menenangkanmu, lalu kau melarikan tawamu bersama kompor. Mari sama sama berfikir, peran antagonis film mana yg pantas untukmu.

Pada akhirnya semua yang kau ucapkan itu hanyalah ucapan anak 1sd yang tak ada faedahnya, dan aku lebih memilih mempercayai setan darimu. Karna kau tidak lebih baik dari setan..

Sungguh betapa aku membencimu dengan penuh gelora yang ada diparu paruku saat ini, aku bersumpah tidak ada kebahagiaan dijantungmu. Iya tidak ada... dan kemudian saat itu juga, kau tidak waras lagi menggunakan pikiranmu untuk mengandalkan hati nuranimu, sampai akhirnya  itu semua yang akan membunuhmu secara perlahan.

Untuk kondisi yang sedang menimpa kita berdua, kau tau seharam apa perbuatan penghianatan dimataku kan? Lalu, bukankah sudah kesekian kali ini kau lakukan? Kenapa kau begitu nyaman menjadi pribadi laki laki yang tidak bertanggung jawab? Sumpah ini menjijikkan!

Aku masih terus memelihara warasku, tenanglah kau tak lagi kubutuhkan. Sebab sendiriku sudah paham seperti apa sebenarnya tuan yang menemaniku selama ini. Iya, bangsat!!

Kau bisa lari dengan sejuta tawa sekarang, aku tidak menyesal pernah mengenalmu. Aku hanya menyesal kenapa aku bisa mempercayaimu dulu. Dan atas nama bumi dan langit, walaupun peluknya lebih hangat dariku. Kupastikan dia tak pernah membawamu dalam doa kusyuk dilarut malam, hanya agar kau bahagia. Enggakkk!!! Dia tak pernah bodoh!!!

Bersenanglah, selamat menempuh hidup baru. Tapi jika kau punya waktu, bertanyalah Dalam hatimu. apa iya kalimat yang dia keluar kan selalu mencannakkan syahdumu seperti yg aku lakukan padamu dulu? Apa dia menandingi sosok aku?

Aku akan menemukan orang lain, akan ada waktunya.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Aku memilih sendiri, kenapa?

Aku tau banyak di luar sana hati yang mungkin bisa saja menjadi penopang saat aku jatuh. Hati yang juga mungkin bersedia menemani sepiku. Yang bersedia bermalam larut bersamaku. Yang bersedia berbagi segala yang ia punya padaku. Tapi aku telah memilih sendiri.
Saat semua orang berlomba-lomba mengejar dunia mereka. aku ingin menciptakan dunia sendiri, menikmati rasanya sepi sendiri, tanpa siapapun. tanpa perlu berlari. tanpa perlu mencari lagi.cukup hanya aku disini sendiri.
Aku memilih sendiri atas apa saja resiko yang akan ku hadapi nanti.

Aku memilih  sendiri  karena aku percaya.
Rasa tak pernah salah dalam mengeja. Meski ia tak selalu benar dalam memperhitungkan luka. Tak apa.

Bagiku memilih sendiri selalu mampu memulihkan. kesendirian ini obat atas segala nyeri di sudut hati, walau kadang, tak jarang aku juga sering merasa rindu memagut sepi, mengiginkan sosok seorang pangeran disampingku.

Aku memilih sendiri atas segala rasa di dada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang  melemahkanku. Aku memilih buta. Aku memilih tuli. Aku memilih tak peduli pada ejaan manusia yang hanya ingin aku untuk jatuh cinta kembali.

Memilih sendiri adalah hal yang ingin ku kenang sebagai keputusan terbaik. Meski nanti yang aku dapat tak selalu hal-hal yang  baik. Tak apa. Memilih sendiri akan selalu menyenangkan. Meski juga menggenangkan.

Bila akhirnya apa yang aku pilih ini tak juga membuat pulih. Dan aku akan tetap tersenyum meski perih. Setidaknya aku pernah bahagia, pernah mencintai, dan pernah memilih seseorang dalam hidupku. Meski hal itu tak memulihkanku

Rabu, 10 Agustus 2016

Tentang sebuah perasaan kecewa

Aku kurang jago mengungkapkan kekecewaan. Biasanya aku hanya bisa diam dan memendamnya sendiri. Kuambil sikap gamau tau, meski dalam hati perih ter-iris tersayat sayat. Waw dalam ya? Wkwk iya dalamnya Perasaan itu,  sedalam aku mencoba lari dari rasa sakit itu, eh semakin muncul.

Dan untuk perihal sakit hati yang terlalu dalam aku selalu menahan diri atau bahkan menjauh, sebab aku takut mengeluarkan kata kata yang seharusnya tidak boleh kukatakan, yang akhirnya nanti akan menjadi malapetaka. Aku takut takabur dan menjilat ludah sendiri nantinya.

Perihal soal melepaskan aku juga kurang berbakat. Soalnya setauku aku tidak pernah melepaskan atau dilepaskan, aku adalah orang yang gampang ambil keputusan, biar saja aku dibilang egois. Karena aku benci mendengar penjelasan yang nantinya bakal  membuatku luluh, dan melupakan kejahatan2 nya, aku langsung saja mengambil tindak pisah.

Setelah membaca ini kamu berpikir aku adalah orang yang payah ya? Haha itu terserah aku tidak mengambil banyak pusing untuk  pendapat orang tentangku.

Pada kekecewaan yang terlalu mendalam, aku menjadi takut menghadapi diriku sendiri. Karena aku bisa menjelma menjadi orang yang tidak peduli dan hilang kendali.

Namun ada saja orang yang tak mengerti dan menilai aku seenak jidatnya, padahal aku hanya ingin menahan diri/mencari cara untuk tidak melampiaskan amarahku.

Gatau aku mau ngapain. Memang gabisa kalian ngertiin aku?
Sungguh kontrasepsi yang menyebalkan!!

Rabu, 06 Juli 2016

Hidup adalah perjalanan, dan kita tidak pernah tau orang seperti apa yang kita butuhkan

Menurutmu apa artinya hidup?
Menurutku hidup adalah perjalanan. Dimana perjalanan itu terdapat proses. Bukan hanya jalan lurus dan liku yg kita temukan, namun terjal nya perjalanan harus kita lewati. Dan apabila kita sudah sampai di persimpangan, kita harus memilih ke kiri atau kekanan. Apabila kita salah langkah, kita tak dapat mundur. Karna hidup itu singkat!

Pada dasarnya aku tidak pernah tau orang seperti apa yang aku butuhkan. Karena jika aku tau orang seperti apa yang aku butuhkan, aku tidak lagi membutuhkannya. Paham(?)
Jadi sebenarnya buatku, tidak mempunyai siapa siapa itu tidak masalah. Aku hanya perlu koleksi film, shopping, atau traveling sendiri pun boleh.

Jujur saja, aku adalah orang yang tidak terlalu suka pada keramaian, buatku tenang itu Indah. Dan jika kau menemukanku dalam keadaan bising atau ribut tidak jelas, mungkin aku sedikit ada masalah.
Iya, aku memang berbeda, aku lain dari yang lain. Tapi aku sendiri bisa menjalani perbedaan itu, meskipun terkadang hal itu membuat beberapa orang jengkel.

Aku cuma ingin bilang. Untuk sesuatu yang sudah lama aku nantikan, namun aku tidak mendapat jawabannya juga. Aku berhak menangis.

Dan yang kunantikan itu sama dengan Cinta.
Cinta seperti apa, masih rahasia illahi. Memang takdir begitu mahir memainkan peran nya. Aku bersedia menaruh iklas sedalam dalamnya untuk sesuatu yang sudah lama aku tunggu dan aku nantikan. Yang aku sendiri tidak tau akan seperti apa nantinya.

Karena sejatinya Cinta itu tidak bisa dibayangkan atau dikhayalkan. Karena semakin kita khayalkan, semakin susah terjadi.

Memang ada  pepatah yang mengatakan hidup berawal dari mimpi. Itu memang benar, tapi pepatah itu tidak berlaku dalam percintaan. Aku merasakannya dan aku saksinya.

Dan inti dari segala inti, aku adalah manusia yang jatuh pada butuh, aku membutuhkan diaa.

Dan entah siapa dia itu, aku belum menemukannya. Aku masih asik menulis ceritaku sendiri.