aku minta maaf jika aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu. aku masih terus mencari celah agar mendapat sedikit cahaya disini. karena disini terlalu gelap. aku tak dapat menemukanmu. kau terlalu jauh berlari.
jika yang sedang kita alami dalam hubungan ini adalah ujian, maka kita dua sudah kalah. tapi itulah kita, selalu dikalahkan rasa ego, gengsi dan tidak bisa menerima semua resiko yang datang. kita belum siap untuk terlalu jauh, karena perjuangan itu terlalu susah untuk kita raih.
banyak kisah cinta yang udah aku selesaikan, banyak cinta orang yang kandas aku sambung. memperbaiki hubungan orang seperti bakat yang melekat. tapi itulah, hubunganku sendiri kacau balau. mungkin ini yang dinamakan plus minusnya hidup.
aku harap kau mengerti perasaanku. aku bisa saja terus mengalah pada hubungan ini, tanpa perlu memikirkan perasaanku. tapi jika itu kubiarkan terus menerus, kapan kamu dewasanya? jujur aku masih membutuhkanmu. tapi bukan berarti aku bergantung padamu. semenjak kamu tidak ada, aku jauh lebih mandiri sekarang. hanya saja aku masih malu pada teman temanku. aku harus jawab apa jika mereka bertanya tentangmu padaku?
aku tau aku egois, tapi ini bukan alasan kau menyerah dan meninggalkanku. kau bisa saja menasihatiku, ataupun emmperbaiki semuanya dari awal. kita sudah berjalan sejauh ini, kamu tetap raja dihatiku.
diatas perih ini, aku sendiri. tapi kau tau, aku lebih kuat dari yang kau bayangkan. banyak yang udah aku laalui.
jika kita berdua diciptakan untuk bersama, sesulit apapun masalah memisahkan kita, aku percaya kita akan tetap bersatu. yang aku takutkan, saat hubungan kita renggang, aku takut ada seseorang yang mulai mengisi hatimu ataupun hatiku. aku belum bisa terima itu. karena aku sendiri tau, betapa sulitnya emmulai hubungan dari awal. tapi yang aku bisalakukan sekarang hanya "pasrah"
menunggu bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi yang ditunggu itu tidak pasti. aku masih terus bernegoisasi agar kamu tetap menjaga hatimu buatku, sama halnya seperti aku. aku tau kamu bukan pria yang bisa dipercaya omongannya apalagi janjinya, makanya itu aku tidak mengatakannya padamu. melainkan memintanya pada tuhan.
ohiya, sebentar lagi semua akan berbeda. kau akan punya kehidupan baru, menemukan teman baru, kuliah/sekolah baru. hahah aku ngak sanggup meneruskannya, kuharap kau mengerti. kau tak perlu khawatir, aku mengetiknya tidak sambil menangis, hanya saja aku tidak sabar agar kau membacanya. agar pikiranmu sedikit terbuka, sehingga mengalahkan otak besimu itu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar