HTML like box

Warning!Selamat datang di blog DeeJayHan, Tutorial blog Up To Date

Jumat, 03 Juni 2016

Jaga dirimu baik baik disana ya(LDR)



Awan belum sudi berganti posisi dengan  matahari, sementara rintik rintik gerimis masih bermanja dengan langit biru dengan menawarkan warna kegelapan. Hari ini cuaca tampak bersahabat denganku, mereka seolah mengerti dengan apa yang kurasakan. Entahlah, aku sendiri tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku sekarang. 

kuambil secangkir kopi, kuseduh dengan pelan agar aku bisa dengan mantap menikmatinya. Namun aku tidak sabaran, ingin kuminumkan saja kopi itu semuanya, namun aku takut  habis. Hahaha bodohnya aku, seperti itulah kisah cintaku. Menepi diujung, namun tak berakhir. Dan jika aku kembali ke start awal mula, semua suasana sudah tampak berbeda. Ohh cintaaaa

Aku terkenal tidak membutuhkan siapa-siapa. Itu kalimat bukan menunjukkan kesombongan, melainkan pernyataan, bahwa aku lebih baik menjalani semuanya sendirian. 






S-I-L-V-I-A !!!
itulah namaku, dibilang remaja bukan, dibilang dewasa juga bukan. Aku wanita separuh baya. Terlahir dengan sesederhana mungkin, namun aku tetap bersyukur. Tidak mewah, tidak juga kekurangan. 

Aku pernah mencintai satu pria yang benar benar aku yakini, bahkan aku tekun selalu dalam mendoakannya, kalaupun aku absen mendoakannya dimalam hari, mungkin itu karena aku terlalu lelah dengan kesibukan di pekerjaanku yang sekarang. Kami telah menghabiskan banyak kenangan, aku mencintainya dengan penuh, hal itu membuatku tak selera lagi dengan pria yang lain selain dia. 

Ini bukan soal lebay, jika seseorang yang mengatakan cinta mati dengan penuh ketulusan itu lebay, mungkin hidup dia kurang penuh arti. Hmmm... aku selalu sabar dengan hubungan jarak jauh yang kami tempuh. Hampir 2 tahun kami menjalaninya, dan hatiku pun masih tetap milik dia. Karena aku tak menyediakan tempat untuk laki laki yang lain, karena hanya dengan dialah aku berjuang bersama sama, hingga sampai bisa seperti sekarang. Langsung sebut nama saja ya? Iya, namanya lukas!

Pernah suatu hari seseorang bertanya padaku, “sebesar apa rasa cintamu padanya, sampai sampai kau tak rela bermain dua? Bukankah sudah lumrahnya bagi hubungan jarak jauh untuk bermain dua? Satu pria yang kau cintai, dan satu lagi pemuas sepi sekaligus penghibur hati yang rusak apabila lakilaki yang kau cintai menyakitimu?”

Pertanyaan itu sungguh mematikan ku dalam hitungan detik, sebenarnya jawabannya simple. Karena AKU CINTA DIA! Namun alsanku itu punya alasan yang bercabang lain juga. Dan aku juga tidak tau apa yang dilakukan oleh pacarku disana, entah dia memang masih lukas yang kukenal saat pertama kali bertemu, atau berubah menjadi lukas yang sudah dibentuk oleh perilaku baru dikota yang dia tempat tinggali sekarang. Huh aku mulai kehilangan akal sehat...

Aku tak mau ambil pusing, kuambil saja handphoneku itu, dan kemudian kutekan panggilan keluar. Disitu masih tertulis nama lukas, namun seminggu yang lalu. Ku check line,bm,whatsapp, tetap juga dia tak punya kabar. Kemungkinanya hanya ada 3, yang pertama mungkin dia sedang sibuk, yang kedua mungkin dia tidak ada pulsa, dan yang ketiga dia sengaja atau sekaligus menghindar. Di usiaku yang 19 menuju 20 ini aku mengikuti kata orang bijak, yaitu ambil postifnya saja. Walaupun tetap bertahan ditengah kepedihan.

Kuambil bantal, namun hujan itu datang lagi. Okay, tingkat baperku mulai meningkat. Segera kuminum obat tidur sambil memeluk bantal guling kesayanganku sambil membayangkan bantal guling itu adalah lukas. Oalah...ternyata ini semakin membunuhku, karena tiba tiba aku merindukan pelukan hangatnya. 

Hari terus berganti menjadi bulan, hingga akhirnya dia sama sekali tak bekabar, bukan maksudku gengsi tidak mau menghubungi deluan, hanya saja aku Cuma ingin tahu kesungguhan dia seberapa dalam, atau apa hanya aku saja yang bermain peran dalam kisah kami dua ini? Apa 2 tahun itu tak ada artinya? Dan apa sudah boleh aku menangis darah? Ahh sudahlah kubiarkan saja ini semua semakin dalam, hingga waktu yang menjawab, entah dengan cara melupakan atau dengan kami bersatu lagi dan ini hanya cobaan bagi hubungan jarak jauh. 

Tapi pikiranku tetap saja nakal, sedang apa dia disana? Apa dia sudah makan? Apa dia sudah melupakanku? Atau dia sudah punya pengganti yang lebih lebih dan l;ebih dari aku? terus kalaupun iya, apa 2 tahun ini hanya sekedar nasib berjalan dengan menambah kenangan, agar aku punya cerita untuk anak-anakku kelak nanti? Sungguh ini luar biasa menyakitkan!

Jangan suruh aku nge-stalk, karena lukas adalah pria yang jarang aktif di sosial media, kalaupun nampil mungkin dalam setahun hanya bisa dihitung pakai jari. Itulah salah satu yang buat aku menyukainya, itu artinya dia bukan tipe pria yang suka tebar pesona. Namun mungkin aku harus menjilat ludahku itu sendiri, karena pada akhirnya, semua awal yang kutemukan tak abadi di akhir. Berhianat di proses. Aku tidak tau entah itu berhianat dalam arti mendua, atau berhianat sudah bosan. Buatku dua-duanya tetap saja berhianat. 

Sekarang, biarlah aku menyimpan tetap rasa ini, pelan pelan ini akan sedikit terkikis oleh waktu. Walau tak dapat hilang secara total, setidaknya berkurang. Pergilah... aku iklas atas nama bumi dan langit. Namun yang harus kau ketahui, tak ada tempat untuk seseorang yang pergi tanpa alasan. Dan untuk sementara waktu, percayalah ini akan sedikit menyiksaku, tapi tak apalah...  karena aku yakin, seberapa sakit aku saat ini, aku akan mendapatkan kebahagiannya dua kali lipat nanti.

Jaga dirimu baik baik disana ya, rindu ini masih milikmu.
namun keretakan yang kau cipatakan, akan mulai kuinstal. Mungkin saat aku menulis ini, aku masih mengeluarkan air mata, tapi semoga hanya aku yang menangisimu, tapi tidak untuk dirimu. Dan semoga, kita adalah dua hal yang memang tidak bisa bersatu namun tidak bisa untuk membenci. 

Aku juga berharap jikalaupun suatu saat kita berjumpa lagi, aku dan kau berjumpa dengan membawa pasangan masing-masing, hingga tak ada salah satu dari kita yang masih kosong. Dan kemudian kau memperkenalkan aku dengan dia yang sudah menggantikan posisiku, dan aku mengenalkan mu kepada lakilaki terbaruku, yang semoga dia tidak setega apa yang kau lakukan padaku.

Okelah, disore hari yang berbasahkan hujan, semoga aku secepatnya bisa melupakanmu.
terima kasih, maaf dan sampai jumpa.


-yohanarivano(request by silvia korban LDR yang tak bertepi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar