Aku tak begitu mempunyai banyak waktu untuk
chat,bm,line,wa ataupun yang lainnya. Aku juga tak sempat memberikan kesan
kesan yang terkesan selalu menghabiskan waktu bersama. Namun aku akan datang
ketika kau merasa begitu lelah, aku akan datang sebagai pelukan hangat yang
menenangkan meskipun hanya sesaat.
Bagiku ada beberapa hal yang harus terlebih
dahulu kupentingkan. Kau tau sejatuh apa dulu aku di masa laluku? Itu semua karena aku terlalu dalam mencintai.
Itulah alasanku untuk sangat berhati-hati dalam memilih pasangan sekarang.
Banyak yang datang, tapi tak tahan melihat sikapku. Menurut mereka aku terlalu
mengejar target-tujuan dan yang berbaur aktifitas kesibukanku.
Oleh sebab itu, sebelum semuanya terlalu
dalam, pikirkan lagilah jika ingin bersamaku. Karena kupastikan, aku tidak bisa
selalu ada waktu buatmu. Dan kalaupun kau memaksa, aku yakin kau hanya tahan
diawal saja, namun menyerah diakhir. Itulah yang kubenci!! Kandas ditengah
jalan.
Mengapa aku katakan kau tidak tahan? Iya,
karena aku pernah merasakannya.
dulu sebelum aku sesibuk sekarang, aku pernah mempunyai laki-laki yang jarang memberi kabar, cueknya minta ampun, namun aku sendiri yang memutuskannya dikarenakan aku tidak tahan. Namun sebenarnya, dibalik aku memilih mengakhiri hubungan kami kemarin, dikarenakan bukan hanya dia tidak mempunyai waktu, melainkan ada opsi opsi lain yang tidak bisa aku sebutkan.
dulu sebelum aku sesibuk sekarang, aku pernah mempunyai laki-laki yang jarang memberi kabar, cueknya minta ampun, namun aku sendiri yang memutuskannya dikarenakan aku tidak tahan. Namun sebenarnya, dibalik aku memilih mengakhiri hubungan kami kemarin, dikarenakan bukan hanya dia tidak mempunyai waktu, melainkan ada opsi opsi lain yang tidak bisa aku sebutkan.
Mungkin kau akan menjadi hal kedua setelah
impian dan citacita aku.
Akankah kau bersedia mengerti dan bersedia memberi batas kesabaran yang amat panjang untuk hal ini? Jika rasanya setengah hati, biarkanlah aku berlalu. Dan jika ini terlalu berlebihan, pergilahhh... toh jodoh tidak akan lari kemana.
Akankah kau bersedia mengerti dan bersedia memberi batas kesabaran yang amat panjang untuk hal ini? Jika rasanya setengah hati, biarkanlah aku berlalu. Dan jika ini terlalu berlebihan, pergilahhh... toh jodoh tidak akan lari kemana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar